Senin, 27 Mei 2024

“Menghidupkan Perpustakan di Tri Pusat Pendidikan”

 


Heriansyah, S.Pd. I, M.Pd, Tenaga Kontrak IAIN Pontianak, Sekretaris Ka.Biro IAIN Pontianak

Kita menyadari Manusia tidak pernah berhenti memerhatikan pendidikan dan menjadikannya sebagai tumpuan dalam dua hal. Pertama, sarana untuk memecahkan persoalan-persoalan kehidupan manusia yang sedang dihadapinya. Kedua, sarana untuk membangun peradaban manusia,  melampaui berbagai masalah yang dihadapinya. Pendidikan diperlukan oleh umat manusia untuk menghadapi kesulitan kehidupan hari ini  dan membangnu peradaban dan kejayaan kehidupan manusia pasa masa yang akan datang (Basri 2012, 13). Oleh karena itu, semua elemen merupakan hal penting yang dapat mendukung majunya pendidikan seperti perpustakaan dan lain sebagainya

Salah satu isu pokok dalam Pendidikan adalah Kualitas Pendidikan (Nugroho 2008, 42). Saat ini, peningkatan mutu pendidikan kiranya menjadi masalah yang urgen. Acapkali Mutu pendidikan hanya mengandalkan lembaga Pendidikan saja. Padahal,  Peningkatan mutu pendidikan diperlukan dalam pengelolaan oraganisasi pendidikan agar bergerak menuju satu arah. Pendidikan  yang baik dan bermutu menjadi  dasar pengembangan dan kemajuan selanjutnya. Oleh karena itu, pengelola pendidikan harus merespons berbagai kebijakan pemerintah dan keiinginan masyarakat dalam kerangka perbaikan mutu dengan kreativitas, inovasi yang tinggi, dan strategi manajemen yang baik dalam konteks  sistem (optimalisasi semua unsur manajemen sekolah baik proses input maupun output). Dengan demikian akan tercipta pendidikan yang lebih baik dan lebih maju untuk bersain di tingkat regional, nasional dan global (Zazin 2011, 5).

Apa pentingnya Menghidupkan perpustakaan di Tri Pusat Pendidikan.? Tri pusat pendidikan yang dicetuskan oleh Bapak Ki Hajar Dewantara yakni Keluarga, Masyarakat dan Sekolah adalah tiga hal penting yang setiap orang akan berinteraksi dengannya. Jika di Tri Pusat Pendidikan ini sudah berjalan dengan baik, hemat kami pendidikan dan Masyarakat pun semakin baik.

Mengapa Harus dari Perpustakaan? Sebuah riset di Amerika menunjukan tingginya kemampuan membaca dapat ditemukan di Negara-negara bagian dengan perpustakaan-perpustakaan yang lebih baik., toko buku yang lebih banyak jumlahnya, bacaan yang lebih banyak di rumah-rumah dan kegiatan membaca yang independen dan bebas. Studi yang dilakukan oleh Elley pada 210 ribu siswa di 32 negara pada tahun 1992 juga menemukan hasil yang sama yaitu : semakin bagus iklim media cetaknya termasuk perpustakaan-perpustakaan sekolah dan kelas-semakin tinggi kemampuan membaca (Muktiono 2003, 101-102). Ini secara langsung menunjukan bahwa perpustakaan memiliki peranan penting menumbuhkan minat baca, dengan tumbuhnya minat baca maka kualiatas atau mutu pendidikan akan semakin baik.

Sebagian besar masyarakat, termasuk para guru, mengatakan bahwa perpustakaan adalah suatu lembaga yang sangat penting bagi kemajuan bangsa. Akan tetapi, pernyataaan itu masih sebatas slogan. Fakta menunjukan bahwa tingkat pemanfaatan sebagai saran atau media belajar masih sangat rendah (Syihabuddin Qalyubi 2003, 259).

Perpustakaan merupakan peralatan pendidikan yang digunakan guru dan murid  dalam proses pendidikan yang merupakan bagian dari perangkat keras serta elemen penting dalam dunia pendidikan (Tafsir 2011, 90). Menurut Bafadal Ibrahim manfaat perpustakaan sebagai sarana tempat belajar siswa adalah sebagai berikut: Pertama, Perpustakaan dapat menimbulkan kecintaan siswa terhadap membaca. Kedua, Perpustakaan dapat memperkaya pengalaman belajar siswa. Ketiga, Dapat menanamkan kebiasaan belajar mandiri yang akhirya siswa mampu belajar secara mandiri. Keempat, Perpustakaan dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca. Kelima, Membantu perkembangan kecakapan berbahasa. Keenam, Melatih mahasiswa kearah tanggung jawab. Ketujuh, Dapat memperlancar siswa dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Kedelapan, Membantu siswa dan guru menemukan sumber pengajaran. Kesembilan, Dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menghidupkan perpustakaan di Keluarga dapat bermakna bahwa orangtua disamping menyediakan buku ke anak. Juga tidak kalah penting Membiasakan anak cinta buku dan gemar membaca. Entah, dari buku pinjaman atau pembelian sendiri.

Dalam satu desa atau RT sudah seharusnya berupaya menyiapkan taman baca, jadi bukan hanya tempat bermain untuk anak, namun juga ada fasilitas penunjang pendidikan anak-anak berupa buku mata pelajaran atau buku lainnya sebagai bagian dari membangun kesadaran membaca.

Perpustakaan sekolah juga harus gencar menyesuaikan kondisi perkembangan teknologi, dengan menyediakan buku secara offline maupun online. Hadari Nawawi dalam (Musbikin 2013, 214-215) mengatakan bahwa perpustakaan sekolah termasuk kedalam prasarana sekolah yang merupakan kelengkapan yang berhubungan langsung dengan mutu pendidikan dalam rangka mencapai tujuannya,karena mempengaruhi efisiensi dalam proses belajar mengajar, hal ini dikarenakan dengan adanya perpustakaan maka siswa dan guru dapat memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuannya yang telah mereka miliki. Pengembangan perpustakaan tidak hanya dibatasi pada buku-buku saja, namun dapat disediakan juga fasilitas-fasilitas lainnya yang menambah ilmu pengetahuan atau yang berhubungan dengan pengetahuan.

Kita menyadari, Membaca sama halnya seperti orang makan. Semakin “Bergizi” yang kita Baca, maka akan semakin baik untuk penambahan pengetahuan. Semakin bergizi yang kita makan, maka juga akan semakin baik untuk Kebutuhan Tubuh.  Oleh karena itu, Perpustakaan sebagai hal penting dalam dunia pendidikan harus tetap terus berinovasi dalam sistem layanan dan perawatan buku-buku serta termasuk pelayanan bersifat online atau offline terhadap Tri Pusat Pendidikan. Kita pun menyadari sekalipun ada peningkatan dalam membaca, Namun, Daya Membaca yang terkadang masih rendah. Wallahu ‘alam bishshawab