Heriansyah, S.Pd. I,
M.Pd, Tenaga Kontrak IAIN Pontianak, Sekretaris Ka.Biro IAIN Pontianak
Kita
menyadari Manusia tidak pernah berhenti memerhatikan pendidikan dan
menjadikannya sebagai tumpuan dalam dua hal. Pertama, sarana untuk memecahkan
persoalan-persoalan kehidupan manusia yang sedang dihadapinya. Kedua, sarana
untuk membangun peradaban manusia,
melampaui berbagai masalah yang dihadapinya. Pendidikan diperlukan oleh
umat manusia untuk menghadapi kesulitan kehidupan hari ini dan membangnu peradaban dan kejayaan kehidupan
manusia pasa masa yang akan datang
Salah
satu isu pokok dalam Pendidikan adalah Kualitas Pendidikan
Apa
pentingnya Menghidupkan perpustakaan di Tri Pusat Pendidikan.? Tri pusat
pendidikan yang dicetuskan oleh Bapak Ki Hajar Dewantara yakni Keluarga,
Masyarakat dan Sekolah adalah tiga hal penting yang setiap orang akan
berinteraksi dengannya. Jika di Tri Pusat Pendidikan ini sudah berjalan dengan
baik, hemat kami pendidikan dan Masyarakat pun semakin baik.
Mengapa
Harus dari Perpustakaan? Sebuah riset di Amerika menunjukan tingginya kemampuan
membaca dapat ditemukan di Negara-negara bagian dengan
perpustakaan-perpustakaan yang lebih baik., toko buku yang lebih banyak
jumlahnya, bacaan yang lebih banyak di rumah-rumah dan kegiatan membaca yang
independen dan bebas. Studi yang dilakukan oleh Elley pada 210 ribu siswa di 32
negara pada tahun 1992 juga menemukan hasil yang sama yaitu : semakin bagus
iklim media cetaknya termasuk perpustakaan-perpustakaan sekolah dan
kelas-semakin tinggi kemampuan membaca
Sebagian
besar masyarakat, termasuk para guru, mengatakan bahwa perpustakaan adalah
suatu lembaga yang sangat penting bagi kemajuan bangsa. Akan tetapi,
pernyataaan itu masih sebatas slogan. Fakta menunjukan bahwa tingkat
pemanfaatan sebagai saran atau media belajar masih sangat rendah
Perpustakaan
merupakan peralatan pendidikan yang digunakan guru dan murid dalam proses pendidikan yang merupakan bagian
dari perangkat keras serta elemen penting dalam dunia pendidikan
Menghidupkan
perpustakaan di Keluarga dapat bermakna bahwa orangtua disamping menyediakan
buku ke anak. Juga tidak kalah penting Membiasakan anak cinta buku dan gemar
membaca. Entah, dari buku pinjaman atau pembelian sendiri.
Dalam
satu desa atau RT sudah seharusnya berupaya menyiapkan taman baca, jadi bukan
hanya tempat bermain untuk anak, namun juga ada fasilitas penunjang pendidikan
anak-anak berupa buku mata pelajaran atau buku lainnya sebagai bagian dari
membangun kesadaran membaca.
Perpustakaan
sekolah juga harus gencar menyesuaikan kondisi perkembangan teknologi, dengan
menyediakan buku secara offline
maupun online. Hadari Nawawi dalam
Kita
menyadari, Membaca sama halnya seperti orang makan. Semakin “Bergizi” yang kita
Baca, maka akan semakin baik untuk penambahan pengetahuan. Semakin bergizi yang
kita makan, maka juga akan semakin baik untuk Kebutuhan Tubuh. Oleh karena itu, Perpustakaan sebagai hal
penting dalam dunia pendidikan harus tetap terus berinovasi dalam sistem
layanan dan perawatan buku-buku serta termasuk pelayanan bersifat online atau
offline terhadap Tri Pusat Pendidikan. Kita pun menyadari sekalipun ada
peningkatan dalam membaca, Namun, Daya Membaca yang terkadang masih rendah. Wallahu
‘alam bishshawab
